corat-coret

Buku Perkenalan

Dalam tugas PLO minggu ini, peserta diharuskan untuk membuat buku perkenalan yang sampul depannya foto dengan muka tampak jelas. Sepertinya PLO ini mengajarkan agar mahasiswa STEI narsis -_-a setelah video diri sekarang mampangin foto ahha..

Ukuran bukunya minimal 1/2 A4. jadi gw menggunakan buku tebal gw yang paling sedikit terisi dan menyobek 4 lembar terdepan yang telah berisi tulisan dan menggunakannya sebagai buku perkenalan ini. Dan gw nulis format apa aja yang musti ditulis oleh teman-teman tercinta gw.

Kata teman gw gw rajin amat nulis tangan kayak gitu sementara ada teman yang ngeprint formatnya trus difotokopi. nah gw nulis tangan. Ah tapi demi teman-teman gw ga papa deh (haha padahal aslinya malas. Gw berpikir jauh lebih repot mencari tempat ngeprint, membayar uang ngeprint, memfotokopinya, membayar uang fotokopi, dan menjilidnya. Tidak lupa membayar uang jilid. hehehe)

Toh yang penting benar dan ga salah? Jadi kenapa menunda-nunda hanya karena hal sepele dan kecil?

Leave a Reply