corat-coret

Open Data dan Privasi

Pernah dengar dengan istilah Open Data?

Saat ini kepikiran aja mengenai masalah Open Data dengan privasi. Sebenarnya saya mendukung data yang terbuka, karena mudah dimanfaatkan. Tapi mudah dimanfaatkan, dapat berarti mudah disalahgunakan. Sebagai contoh adalah data DPT dari KPU.

Mungkin sebenarnya tidak ada maksud dari KPU untuk membuat data tersebut terbuka. Tapi tetap saja, data tersebut dapat dengan mudah di-crawl. Syukur kalau dimanfaatkan untuk hal yang positif (misal, data mining). Tapi kalau digunakan untuk sarana SMS mama papa? *doh*

Saya sendiri sebenarnya sedang melakukan crawling terhadap data tersebut. Mungkin dapat digunakan untuk data machine learning yang kelasnya sedang saya ikut di coursera. *Iye, gw baru ngikutin, kenape emangnya?*
Walau mungkin tidak relevan dan tidak dapat digunakan. Tapi yang namanya informasi itu pasti mahal. Agak takut sih, sebenarnya. Tidak tahu apakah ada UU yang menetapkan web crawling menjadi pelanggaran. Harusnya sih ga masalah. Salah programmernya web KPU dong, kenapa ga mikirin aspek ini. Harusnya ga boleh dengan mudah di-crawl. Tapi ya sudahlah. Setidaknya tidak ada data yang benar-benar sensitif, selain lokasi tempat tinggal dan sekian digit NIK.

Semoga hardisk saya cukup untuk menampung datanya (perkiraan butuh 30GB), dan semoga internet baik-baik saja selagi melakukan crawling. Kode yang digunakan sangat bruteforce, karena pola yang terlalu simple untuk melakukan crawling.

Dan semoga besok ga tiba-tiba ada FBI (Folisi Bangsa Indonesia *maaf*) yang menggrebek.

chrome://chrome-urls/

Baru-baru ini saya menemukan kalau kita bisa melihat keseluruhan proses chrome. Selain proses, kita juga bisa menyetting banyak hal yang tidak bisa di setting di menu setting biasa.

Ketikakan url atau klik chrome://chrome-urls/, di browser anda, di sana akan banyak link-link lain yang bisa melihat banyak proses internal chrome. Seperti chrome://cache/ yang akan menampilkan seluruh file yang di-cache di browser anda. Anda juga bisa melihat status GPU anda (termasuk WebGL) di chrome://gpu-internals/. DI chrome://flags/, anda bisa melihat banyak pilihan untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan aplikasi eksperimen di chrome, seperti auto-login, new downloads UI, panels, dan banyak lainnya. Perlu diperhatikan, karena masih eksperimen, mereka mungkin “menggigit”. Kita bahkan bisa melihat profiler dari browser chrome, chrome://profiler/.

Chrome FTW!!

Little Alchemy

Baru nemu (ga baru juga sih, udah hampir seminggu) situs littlealchemy.com. Seperti namanya, situs ini bermain dengan alchemy, atau alkimia, yaitu ilmu yang berkaitan dengan unsur-unsur atau elemen. Ga tau sih apakah sama dengan kimia atau Chemistry. But in my opinion alchemy is older than chemistry, and chemistry come from alchemy.

Kalo dulu itu, ilmu alkimia dipelajari karena kepercayaan orang bisa mengubah batu menjadi emas. Setiap sesuatu berasal dari sesuatu yang lebih kecil, dan apakah mungkin penyusun tersebut bisa diubah menjadi bentuk yang lain? Pemikiran ini muncul tahun 1400-an. (mungkin, soalnya dari novel the Alchemyst, umurnya si Nicholas Flamel 600an, so it should be right).

Nah, kembali ke situs tadi, Continue with reading

Application Compability

Pernah buka web pake chrome hasilnya keren tapi pake firefox webnya berantakan? Atau pake IE? Atau dapat pesan “maaf, anda menggunakan IE jadi tidak bisa membuka situs ini”?

Tidak gampang lho ngebuat aplikasi yang bisa berjalan di berbagai platform, yang berbeda spesifikasi, baik dari segi processor, ram, vga, ukuran layar, dan lain sebagainya. Web juga begitu, tapi jauh lebih gampang dibandingkan mobile application. Coba lihat artikel ini: Developing for Android Looks Like.

Haha. Luar biasa lah start up yang aplikasinya bisa jalan di banyak device.

Now that’s a mobile phone, bentuk fisiknya macam2, tapi mungkin dalemnya masih sama. Sekarang coba naik ke atas sedikit, PC. Bentuknya sama sih, kotak, ada tombol power, ada tempat colok USB dan ada tempat masukin CD. Tapi dalamnya beda-beda, mulai dari processor, ram, vga, harddisk, dvd, cd, dan berbagai macam benda lainnya. But, semua aplikasi diatas Windows bisa berjalan dengan benar tanpa perbedaan selain secara speed dsb.

I underestimate them. :))

This comment from above link felt so great:

This is why I tell people we (Microsoft) don’t get enough credit for our compatibility work with Windows. Can you imagine what it would be like developing software for the PC if your OS maker couldn’t guarantee you a set of APIs and behaviors that you could write to once and know would work everywhere? There are literally millions of unique configs out there you’d have to decide how to test against. There are corner case problems even with Windows of course, but for the most part this post is exactly why Windows is such a massive project. The work is to avoid exactly this.

This also makes Linux is a great product as well. But apple is not. With their own limited set of hardwares apple can perform outstanding. But Windows & *nix are doing really hardest work in OS.

That’s why Apple is a great product, because they focus on performance, not compability.

My Ubuntu Cheatsheet

Ini berisi beberapa hal yang sering saya lupa tapi sering dipake terutama untuk konfigurasi awal. Kalau ada tambahan yang baru bakal ditambah terus.

Show Desktop

Ctrl + Alt + D

Membuat Desktop Shortcut for Application

Keep default environment setting:

sudo visudo -> Defaults    env_keep=”http_proxy ftp_proxy https_proxy”

Konfigurasi proxy vim:

setting di fileteks ~/.subversion/servers

Konfigurasi proxy git:

Konfigurasi proxy apt:

apt-get = /etc/apt/apt.conf -> Acquire::(http | ftp | https)::proxy = “proxy”;

Import large file SQL:

http://daipratt.co.uk/importing-large-files-into-mysql-with-phpmyadmin/

Remove outdated RSA:

ssh-keygen -R hostname

Mount drive:

sudo mount /etc/sda# /target/folder

Symbolic Link:

ln -s /full/path/target/to/link /full/path/result/link

Adding Application to Dash/Launcher:

http://askubuntu.com/questions/144488/add-icons-to-dash-menu-from-programs

Enable/Disable service autostart

sudo update-rc.d tomcat (disable|enable)

Restart Network

sudo ifdown eth0 && sudo ifup etho0

 

User Privilage for Server

Ini mungkin artikel yang hanya untuk mengingatkan saya, atau memudahkan saya untuk mencari cara mengatur hak akses di sebuah server.

Yang penting diingat, jangan melakukan chmod 777 saat terjadi error karena privilages php yang tidak bisa melakukan write ke file. Instead of ngebuat accessnya jadi 777, mending ngasi akses ke user yang ngejalanin aplikasi yang bersangkutan. Contohnya misalnya kalau webserver apache, kasi akses ke folder tempat si apachenya bekerja, mungkin bisa dengan chown ke user tersebut.

Continue with reading

Menginstall Java 7 di Ubuntu

Langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  • Download file installer java di http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jdk-7u1-download-513651.html. Pilih yang untuk Linux, yang berakhiran *.tar.gz. Misalkan nama file adalah $FILENAME
  • Buat folder untuk menginstall java di /usr/local/java, dengan command terminal sudo mkdir -p /usr/local/java
  • Pindahkan $FILENAME ke folder /usr/local/java. (mv /lokasidownload/$FILENAME /usr/local/java)
  • extract. (sudo tar -xzfv $FILENAME). Lihat folder yang baru muncul di /usr/local/java, misalkan nama folder ini $FILEPATH (dihitung mulai dari root folder).
  • Edit file /etc/profile (sudo gedit /etc/profile), tambahkan di akhir file (jangan lupa di save):
    • JAVA_HOME=$FILEPATH
    • PATH=$PATH:$HOME/bin:$JAVA_HOME/bin
    • export JAVA_HOME
    • export JAVA_BIN
    • export PATH
  • jalankan sudo update-alternatives –install “/usr/bin/java” “java” “$FILEPATH/bin/java” 1
  • restart.
Good Luck! Feel free for asking. 🙂

Sumber: http://www.wikihow.com/Install-Oracle-Java-on-Ubuntu-Linux

Menjalankan apt-get Ubuntu melalui proxy

Anak ITB mana sih yang ga kenal sama cumi? Pokoknya kalau udah ketemu cumi, kesel pastinya, apalagi kalau emang lagi darurat dan butuh.

Kalau makai ubuntu, dan pengen nginstall aplikasi dengan apt-get, pasti kena cumi. Gimana caranya?

Buat sebuah file di “/etc/apt/apt.conf.d/” dengan nama “02proxy”. Bisa dengan perintah

sudo gedit /etc/apt/apt.conf.d/02proxy

Lalu isi file tersebut dengan
Acquire::http::Proxy “http://yourusername:yourpassword@yourproxy:yourport”;

dimana yourusername itu akun AI3, yourpassword itu password AI3, yourproxy itu cache.itb.ac.id, dan yourport itu 8080. Jadi kira-kira jadi kaya gini:

Acquire:http::Proxy “http://adinata:passwordAI3@cache.itb.ac.id:8080”;

nb: jangan copy paste tulisan diatas, karena ” di tulisan tersebut bukan kutip yang normal, ketik aja. Good luck!
thanks to the source.

 

Edited:
Selain mengedit di file 02proxy, bisa langsung mengedit file /etc/apt/apt.conf saja. Lalu, selain setting proxy http, setting juga https dan ftp biar tidak bermasalah. Tinggal tambahkan baris dibawah:

Acquire:https::Proxy “http://adinata:passwordAI3@cache.itb.ac.id:8080”;
Acquire:ftp::Proxy “http://adinata:passwordAI3@cache.itb.ac.id:8080”;

File *.exe Tidak Bisa Dibuka

Saat lebaran, saat berkunjung ke rumah keluarga. Saat ditanya-tanya jurusan apa, pacarnya siapa, kapan lulus, IP berapa, kapan menikah (ini abang gw yang ditanya). Saat minta THR (ponakan gw sih yang minta, gw udah gede, jadinya jaim dong).

Ditanya jurusan apa? Trus ngejawab Informatika. Ah! Kebetulan, laptop tante nih ga bisa buka file *.exe. (Dalam hati: “wah kalau gitu sih biasanya kena virus”). Oh coba liat dulu deh kalau gitu nte. Dan ternyata udah dikeluarin aja dong laptopnya sebelum ngomong gitu. Haha.

Maka saya mencoba menjalankan shortcutnya, tidak bisa. Coba buka explorer, bisa. Coba nge-unhide folder, bisa (dari sini saya mengambil kesimpulan tidak ada virus). Coba nge-run cmd, ga bisa. Iseng, Coba nge-run command prompt (command.com), bisa. Nyobain ngejalain cmd darin command, bisa. (kesimpulan, OS nya tidak rusak, tapi registry yang ngomong kalau file *.exe dibukanya pake apa hilang). Lalu ngejalanin browser lewat command prompt trus nunjukin ke tante, “bisa sih jalan aplikasinya, tapi make command prompt”. Tante: “Jadi install ulang ajalah ya? Bisa?”. “Ya udah deh tante”.

Maka pulang ke rumah ngebawa T̶H̶R̶ ̶L̶a̶p̶t̶o̶p̶ PR. Nyampe dirumah, googling, “can’t open *.exe” and something2. Maka hasilnya adalah situs ini: http://www.dougknox.com/ Dari situ bisa didownload registry untuk ngebuat *.exe bisa jalan lagi. Pilih menu WinXP fixes (untuk win 7 dan win vista juga bisa) di bagian kiri, trus pilih File Association Fixes di bagian kanan, trus pilih EXE File Association Fixes. Extract, trus jalanin. Maka laptop tante pun bisa menjalankan *.exe lagi tanpa harus install ulang. Karena saya berasumsi tidak ada virus, maka saya nge-share koneksi internet laptop saya dengan laptop tante, kemudian mengupdate antivirus yang ada di laptop tante untuk berjaga-jaga.

Setelah itu melapor ke tante, “Udah siap nih, ambil aja langsung kerumah”. “Loh kok cepat?”. “Ga diinstall ulang, males. :P”.

Mohon maaf lahir batin, minal aidin wal faidzin, Happy Eid Mubarak 1432H.